top of page

Item List

Mengenal Space Maintainer

drg. Refina | 27 Maret 2025

Tekanan darah dikatakan tidak normal jika lebih dari >130/90 mmHg.  Penelitian yang didukung oleh National Heart, Lung and Blood Institute (NHLBI) mengatakan bahwa tekanan darah dapat turun dengan cara mengkonsumsi makanan rendah lemak jenuh, kolestrol dan lemak total. Dimana hal ini mengarah ke sayuran, buah-buahan dan produk susu rendah lemak. 
Pada tahun 1990 Diet Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) mulai di kenalkan. Pada tahun 1992, Institut Kesehatan Nasional (NIH) mulai melakukan proyek penelitian untuk melihat apakah intervensi pola makan tertentu bermanfaat dalam mengobati hipertensi. Mereka menemukan bahwa intervensi pola makan dapat menurunkan tekanan darah sistolik sekitar 6 hingga 11 mm Hg. Efek ini terlihat pada penderita hipertensi dan normotensi. Berdasarkan hasil ini, dalam beberapa kasus, DASH telah dianjurkan sebagai terapi farmakologis lini pertama bersamaan dengan modifikasi gaya hidup.

DASH menyarankan konsumsi sayuran dan buah-buahan, daging tanpa lemak dan produk susu, serta penyertaan zat gizi mikro dalam menu. Ia juga menganjurkan pengurangan natrium dalam makanan menjadi sekitar 1500 mg/hari. DASH menekankan untuk mengurangi konsumsi makanan yang diproses atau ultra processed food. Diet DASH memiliki banyak kesamaan dengan pola diet lain yang dipromosikan untuk kesehatan jantung. 

Panduan penyajian sesuai dengan diet DASH adalah sebagai berikut:
1.Sayuran: sekitar 5 porsi per hari
2.Buah-buahan: sekitar 5 kali makan per hari 
3.Karbohidrat: sekitar 7 porsi per hari
4.Produk susu rendah lemak: sekitar 2 porsi per hari
5.Produk daging tanpa lemak: sekitar 2 porsi atau kurang per hari
6.Kacang-kacangan dan biji-bijian: 2 hingga 3 kali seminggu

Berikut keterangan lanjut dari rekomendasi diatas;
1.Karbohidrat
Karbohidrat dalam makanan sebagian besar terdiri dari selulosa dan pati. Pati atau “karbohidrat” yang sehat harus disertakan dalam makanan, tidak hanya untuk pasokan energi tetapi juga untuk zat gizi mikro pelindung. Diet rendah karbohidrat tidak sehat karena dapat menyebabkan penurunan asupan kalori dari yang direkomendasikan
-Karbohidrat sehat yang termasuk dalam DASH meliputi:
-Sayuran berdaun hijau: kangkung, brokoli, bayam, sawi
-Biji-bijian utuh: gandum pecah-pecah, millet, oat
-Buah dengan indeks glikemik rendah
-Kacang-kacangan 

2.Lemak
Lemak kini diklasifikasikan menjadi lemak baik dan lemak jahat. Lemak baik mencegah peradangan, menyediakan asam lemak esensial, dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Jika dikonsumsi dalam jumlah sedang, lemak ini terbukti meningkatkan HDL dan menurunkan partikel LDL. Beberapa sumber lemak baik yang juga termasuk dalam DASH antara lain:
-Minyak zaitun
-Alpukat
-Ikan kaya akan asam lemak omega-3
-Biji Rami/flax seeds
-Biji henep/hemp seeds

3. Protein
DASH merekomendasikan lebih banyak porsi protein nabati seperti kacang-kacangan, produk kedelai, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Protein hewani sebaiknya terdiri dari daging tanpa lemak, produk susu rendah lemak, telur, dan ikan. Daging yang diolah dan diawetkan tidak dianjurkan karena terbukti menyebabkan hipertensi dan juga mengandung karsinogen.

Sejak formulasi pola diet DASH, pola ini telah dipelajari secara ekstensif untuk mencari pengaruhnya terhadap berbagai penyakit lainnya. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa diet DASH membantu menurunkan kadar glukosa darah, trigliserida, LDL-C, dan resistensi insulin. Hal ini menjadikan diet DASH sebagai tambahan penting untuk terapi farmakologis pada sindrom metabolik, yang merupakan epidemi besar di negara ini. Pada populasi tertentu, kepatuhan terhadap diet DASH telah meningkatkan pengendalian diabetes tipe 2 secara signifikan. Ini adalah diet pilihan pada pasien gagal jantung karena penekanannya pada pengurangan natrium makanan dan mendorong asupan kalium, magnesium, dan kalsium.

Diet DASH merupakan strategi penting untuk menurunkan tekanan darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. American Diabetic Association merekomendasikan pasien diabetes yang berisiko sebaiknya mengonsumsi Asupan Referensi Diet Departemen Pertanian AS yang mengandung serat, biji-bijian, dan zat gizi makro. Selain itu, pasien ini harus membatasi lemak jenuh hingga <7% dari total kalori harian, mengurangi asupan lemak trans, mengurangi kolesterol hingga <200 mg/hari, dan membatasi minuman manis. Karena diet DASH memenuhi rekomendasi ini, kepatuhan pada pasien diabetes melitus harus dianjurkan untuk mengontrol tekanan darah yang terkontrol.
Dapat disimpulkan bahwa DASH dapat menjadi terapi non farmakologis untuk mengatasi penyakit ini dengan lebih efisien bila dikombinasikan dengan intervensi farmakologis.

Referensi:
https://www.nhlbi.nih.gov/files/docs/public/heart/new_dash.pdf
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK482514/
https://gizi.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/11/GIZI-UNISA-Bu-Agil-Dash-Diet.pdf

DASH Diet untuk Penderita Hipertensi

26 Mar 2025 | dr. Fifin

Pengaruh Kesehatan Mulut terhadap Kesehatan Jantung

drg. Refina | 25 Maret 2025

Pengaruh Minuman Beralkohol Pada Gigi

drg. Refina | 20 Maret 2025

Olahraga Yang Dianjurkan Pada Penderita Hipertensi

18 Mar 2025 | dr. Fifin

Penyebab Gigi Persistensi

drg. Refina | 13 Maret 2025

Common Cold (Nasofaringitis Akut)

dr. Fifin | 09 Mar 2025

Apakah benar Puasa dibulan Ramadhan dapat menurunkan Tekanan Darah tinggi ?

dr. Fifin | 05 Mar 2025

Mengapa Stain Gigi Dapat Terjadi?

drg. Refina | 26 Februari 2025

Berbagai Manfaat Vitamin D

dr. Fifin | 25 Feb 2025

Apakah Penderita Hipertensi Bisa Cabut Gigi?

drg. Refina | 21 Februari 2025

Mengenal Kolestrol Baik dan Kolestrol Jahat diDalam Tubuh

dr.Fifin | 19 Feb 2025

Pengaruh Penyakit Diabetes Melitus Pada Kesehatan Gigi dan Mulut

drg. Refina | 19 Februari 2025

Dampak Rokok Elektrik terhadap Kesehatan Reproduksi

dr. Fifin | 11 Februari 2025

Penyebab Gigi Goyang

drg. Refina | 11 Februari 2025

Kenapa Gusi Bisa Menghitam?

drg. Refina | 06 Februari 2025

Fakta dan Pencegahan Kanker

01 Februari 2025 | dr. Fifin

Gejala Penyakit Mulut yang Sering Terlihat pada Pasien HIV

drg. Refina | 31 Januari 2025

Manfaat Vaksin HPV

dr. Fifin | 21 Januari 2025

HumanMetaPneumoVirus (HMPV)

dr. Fifin | 12 Januari 2025

Akibat Fatal Mengabaikan Sisa Akar Gigi

drg. Refina | 10 Januari 2025

Cara Mencegah Agar Gigi Tidak Mudah Menguning

drg. Refina | 07 Januari 2025

Manfaat Bawang Putih Dalam Menurunkan Tekanan Darah

06 Jan 2025 | dr. Fifin

Apa Saja Penyebab Bau Mulut?

drg. Refina | 30 Desember 2024

Penyebab dan Pencegahan Pada Anak Gizi Buruk

dr. Fifin | 29 Desember 2024

Mengenal Penyebab Stunting

dr. Fifin | 22 Desember 2024

Apakah Pasta Gigi Berflouride Aman Jika Tertelan pada Anak?

drg. Refina | 18 Desember 2024

Mengenal Tunagrahita

dr. Fifin| 14 Desember 2024

Apakah Perawatan Gigi Aman untuk Ibu Hamil?

drg. Refina | 12 Desember 2024

Autisme Spectrum Disorder (ASD)

dr. Fifin | 09 Desember 2024

Bahaya Mengabaikan Gigi Berlubang

drg. Refina | 06 Desember 2024

Mengenal dan Mencegah Mumps

dr. Fifin | 01 Desember 2024

Penyebab Gigi Atrisi

drg. Refina | 27 November 2024

Fungsi Pemakaian Behel Pada Gigi

drg. Refina | 22 November 2024

Apakah Benar Kopi menyebabkan Hipertensi?

dr. Fifin | 20 November 2024

Mitos atau Fakta
Cabut Gigi Dapat Menyebabkan Kebutaan

drg. Refina | 18 November 2024

-

Mengenal Penyakit Kudis (Scabies)

dr. Fifin | 13 November 2024

Cara Membersihkan Gigi dengan Benang Gigi

drg. Refina | 12 November 2024

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon

Klinik Satriabudi Dharma Medika © 2023

Thanks for submitting!

bottom of page